Jerry Zhang

Seni Mendengarkan

Posted on: July 24, 2009

Meski kita telah dianugerahi indera pendengaran yang prima, namun tak semua orang tahu cara “mendengarkan” yang benar. Kurang konsentrasi dan sibuk sendiri biasanya jadi penyebab mengapa kegiatan mendengar sering dilakukan dengan sambil lalu. Akibatnya, selain bisa terjadi kesalahpahaman karena Anda kurang menyimak isi pembicaraan, Anda juga terkesan kurang menghargai lawan bicara.

Sebenarnya tak sulit menunjukkan bahwa kita menghargai dan respek pada lawan bicara, caranya tentu saja dengan mendengarkan. Simak tips berikut untuk melatih Anda menjadi pendengar yang baik.

Tarik napas
Betapa sibuknya hidup ini, betapa banyaknya urusan yang harus diselesaikan dan berlomba-lomba minta perhatian. Salah satu cara untuk menciptakan ketenangan di tengah banyaknya masalah adalah dengan menarik napas panjang dan berusaha rileks. Tarik napas dalam-dalam dan rasakan udara yang memenuhi rongga paru. Menarik napas akan meningkatkan kadar oksigen di otak sehingga kita bisa mendengar apa yang sedang diucapkan lawan bicara dengan jelas.

Fokus
Jujur saja, seringkali saat mendengarkan curhat teman atau uraian yang disampaikan dalam rapat, mata dan pikiran kita pun sibuk berkelana. Tak heran bila apa yang disampaikan hanya sebagian yang “nyangkut” dalam ingatan. Cobalah untuk fokus pada lawan bicara sebagai salah satu bentuk komunikasi non verbal. Anda bukan cuma akan mendengar apa yang dikatakan, tapi juga memahami maksud yang disampaikan.

Diam itu emas
Ketika orang lain mengatakan sesuatu yang menarik perhatian, terlebih mengkritik, Anda spontan akan menginterupsi. Coba tahan keinginan ini dan biarkan lawan bicara menuntaskan ucapannya. Siapa tahu, kita justru bisa memahami maksutnya, terutama mengapa ia mengkritik, setelah Anda memberinya kesempatan melontarkan isi hatinya sampai tuntas.

Jangan cepat ambil kesimpulan
Terburu-buru menyimpulkan maksud lawan bicara bisa menyesatkan. Sebelum menyimpulkan apa yang Anda dengar, pikirkan sejenak apakah yang Anda tangkap sama dengan maksud lawan bicara. Terkadang sesuatu yang kita pahami hanya berdasarkan pada asumsi yang sifatnya subyektif. Kembangkan sisi empati Anda agar tidak tercebur pada kesalahpahaman.

Beri komentar
Pendengar yang baik akan memberikan feedback atau komentar pada saat yang tepat. Hindari memberi feedback yang sifatnya menghakimi, terutama bila topik yang Anda dengarkan adalah hal yang sifatnya pribadi dan emosional. Berilah komentar yang bersifat netral seperti, “ya saya mengerti”. Komentar semacam ini memberi kesan Anda mendengarkan dan membuat lawan bicara lebih yakin untuk melanjutkan.

Proaktif
Jangan cuma menunggu orang lain datang dan mencurahkan perasaannya. Tunjukkan perhatian dengan menanyakan kabar terbaru dari teman, rekan kerja, atau kakak-adik Anda. Dengan bersikap proaktif, nilai Anda sebagai sahabat yang baik akan bertambah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: