Jerry Zhang

Understanding in a Crisis (Part1)

Posted on: July 27, 2009

“Opening Crisis”

.

Dalam setiap krisis selalu ditemui, 2 type manusia:

Yang satu selalu resah dan selau bertanya:

“Aduh! Bagaimana nanti?”

Yang satu lagi tak perduli dan berujar

“Bagaimana nanti saja!”

.

TIDAK DAPAT DIPUNGKIRI, ada rasa was-was setiap kali mendengar kata crisis. Ia seperti sebuah gelombang terompet panjang yang memberikan peringatan dini, atau sesuatu yang sudah kasat mata didepan kita. Sayang nya tidak semua orang dapat memahaminya.

Tempatkan keberanian di depan, Tapi hatimu harus bersih, dan otak mu harus cepat menangkap realita. Umumnya, seseorang jika dihadapkan dengan krisis, selalu memiliki pandangan negative, dimana mereka akan menunggu 4-6 bulan hingga pola krisis sudah jelas, kemana arah krisis tersebut baru mengambil tindakan.

.

Menunggu dapat diartikan mengabaikan.

Mengapa harus diabaikan?

Umumnya para pemilik usaha dan profesional selalu ditakut-takuti oleh pengamat pasar yang cenderung mengatakan krisis akan menurunkan daya beli masyarakat dan pasar, hal ini umumnya menyebabkan pengusaha tidak berani mengambil tindakan. Kenapa tidak?

Anda adalah seorang pemimpin, dan tugas seorang pemimpin adalah menerjemahkan realita, bukan berandai andai atau berasumsi. Pengamat pasar, bukanlah pelaku usaha, mereka tidak berhak mengabil keputusan untuk usaha anda.

Keputusan jika tidak diambil cepat, bukanlah keputusan, dunia bisnis umumnya telah memiliki konsep teori, hingga solusi dari sebuah masalah dengan penyelesaian yg terstruktur. Jika demikian apa yang membedakan suatu bisnis dengan bisnis lain yg sejenis. Sebagai pelaku bisnis anda harus sadar, yg membedakan adalah waktu dan kecepatan dalam menerjemahkan realita, hal ini yang kita sebut dengan intuisi.

Tanpa keputusan yang cepat dan berani anda bukanlah pemimpin, Intuisi atau insting seringkali dipandang sebagai informal logic, Naluri, atau sesuatu yg tidak terstruktur atau berupa prediksi dalam waktu singkat.

Sebenarnya tidaklah demikian, intuisi umumnya mempertajam pengambilan keputusan. Yang dasarnya adalah pemahaman akan kondisi yang ada, suatu bentuk dari penerjemahan pengalaman ke dalam tindakan.

Berbeda dengan formal logic yang cara berpikirnya mengandalkan data dan analisis yang umumnya membutukan waktu yang lebih lama karena harus dilakukan dengan cara formal dan tertulis. Data datanya pun tertulis bukan berdasarkan apa yang dilihat dan dirasakan sendiri di lapangan. Kalau data belum lengkap keputusan belum dapat diambil. Cara berpikir inilah yang sering ditemui di masyarakat, umumnya mereka yang di besarkan di bangku kuliah.

Jika anda seorang pemimpin anda harus memahami bahwa Team anda tidak berpikir, Organisasi anda tidak bergerak, Kelompok tertentu tidak memutuskan, dan hanya anda yang melaksanakan semua itu.

Next…<…>Part2

Kalahkan rasa takut mereka dengan Optimisme mu, keperdulianmu, kearah yg jelas, keinginan mendengarkan dan disiplin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: