Jerry Zhang

Harapan-harapan Anda dan Si Dia

Posted on: August 23, 2009

Ambil waktu berdua dengan suami untuk bicarakan masa depan.

Anda dan pasangan boleh melakukan latihan bersama atau terpisah, lalu bahas apa yang Anda berdua raih. Yang terbaik, menyisihkan waktu satu malam untuk melakukannya bersama. Ambil lima lembar kertas, lalu di setiap kertas tuliskan judul masing-masing: Karier, Rumah, Keluarga, Milik, dan Hobi. Ayo, lakukan sekarang juga!

Kenali tujuan
Ambil waktu sebanyak yang diperlukan, tuliskan di tiap lembar apa yang diharapkan. Buat catatan semua sasaran realistis yang sedang Anda lakukan dan hal-hal yang diinginkan di masa depan. Bawa pikiran sejauh mungkin, sampai masa pensiun dan menjadi kakek/nenek.
Pertanyaan-pertanyaan berikut mungkin bisa membantu:

a. Karier – Bekerja atau tidak? Jenis pekerjaan apa? Tempat, gaji, jam kerja? Wiraswasta? Bekerja di suatu perusahaan? Jenis pekerjaan yang sama sepanjang hidup atau ingin berganti pekerjaan?

b. Rumah – Di mana? Berapa banyak? Rumah model bagaimana? Apakah akan tetap tinggal di satu tempat atau secara teratur akan berpindah tempat?

c. Keluarga – Anak-anak? Jika ya, berapa banyak dan bagaimana akan menyekolahkannya? Apakah akan punya tempat tinggal yang dekat dengan orangtua dan saudara-saudara? Seberapa sering akan bertemu mereka? Seberapa besar keterlibatan mereka terhadap kehidupan Anda?

d. Milik – Apa yang utama? Kemewahan seperti apa yang diinginkan? Apa yang akan dilakukan jika mendapatkan bonus?

e. Hobi – Kehidupan sosial dan teman-teman: Seberapa lama dan seberapa sering? Hobi dan relaksasi: Berapa lama yang akan dihabiskan bersama pasangan dan berapa lama Anda berdua akan menghabiskan waktu secara terpisah?

Tanyakan mengapa!
Begitu sudah melengkapi daftar-daftar tadi, sisihkan waktu untuk memikirkan mengapa Anda ingin mendapatkannya. Apa yang membuat Anda sangat ingin mencapainya? Rasa aman, popularitas, atau kepuasan diri sendiri?

Atau Anda ingin mempertahankan nilai-nilai tertentu dalam kehidupan, seperti merawat keluarga dan bersosialisasi. Berbagilah informasi dengan pasangan agar bisa membantu Anda merasa lebih dekat dalam membangun kerukunan.

Bantuan selanjutnya
Jika usai melakukan latihan tadi membuat Anda merasa tak nyaman atau khawatir mengenai hubungan, coba bicarakan dengan pasangan atau dengan orang yang bisa dipercaya, atau berkonsultasi dengan ahlinya.
Apakah menginginkan hal yang sama?

Sejumlah tes dari setiap hubungan berjalan seiring waktu. Bila usia semakin bertambah, berubah juga pandangan, aspirasi, dan ambisi. Memiliki kesamaan sering merupakan hal yang umum terjadi ketika Anda pertama kali tertarik kepada pasangan.

Ahli antropologi mengatakan, di tingkatan yang tak disadari Anda bahkan memilih pasangan yang mirip dengan diri Anda. Begitu hubungan berkembang, setiap pengalaman yang dilalui bersama akan menunjukkan,apakah Anda memang merupakan pasangan yang cocok.

Apakah Anda menyenangi musik yang sama? Apakah Anda tertawa untuk lelucon yang sama? Apakah Anda menyenangi orang yang sama? Jika tampaknya punya banyak kemiripan, ada baiknya mulai kembangkan aspirasi untuk melihat, apakah Anda bisa berbagi masa depan bersama.
Apa ambisi pribadi?

Bila sudah bicara tentang mimpi dan ambisi, artinya Anda berbagi hal-hal yang amat dekat dengan diri sendiri. Anda mengatakan hal yang sangat pribadi, yang merupakan prioritas, misalnya:

a. Jika memenangkan Rp 1 milyar, apa yang akan dilakukan dengan uang itu? Atau, hal-hal apa yang membuat Anda bahagia? Orang yang berkata, “Saya akan membeli rumah baru untuk kita”, berbeda dengan orang yang mengatakan “Saya akan membeli mobil terbaru!”

b. Jika Anda terdampar di pulau dan hanya punya tiga hal, apa sajakah itu? Atau, apa yang paling penting di dalam kehidupan Anda? Orang yang lupa mengikutsertakan pasangannya pada ketiga hal yang dimilikinya saat terdampar di pulau, memperlihatkan dirinya seorang yang defensif.

Jika mimpi berubah
Pasangan selalu berkata, ia tak suka bepergian. Tetapi, tiba-tiba ia berniat akan bermigrasi ke Singapura. Bagaimana ini bisa terjadi? Semakin umur bertambah, sebagian besar orang akan jadi lebih bijaksana dan percaya diri.

Selera pun berubah, demikian pula prioritas. Kapasitas yang berubah ini memungkinkan hidup bahagia dengan orang yang sama selama 70 tahun. Dan jika kedua pasangan berubah dan tumbuh bersama, ini bisa memperkaya pengalaman.

Tetapi, berubah juga bisa sedikit menakutkan, lho! Anda mungkin takut, pasangan jadi menjauh. Mungkin sekilas tampaknya kemiripan mulai berkurang, dan Anda tak mengenal dirinya lagi. Namun, bahkan jika mimpi Anda hilang untuk sesaat, tak berarti mimpi itu tak akan muncul lagi kemudian hari.
Bicarakan bersama

Hal yang paling penting adalah berbagi hal pribadi dan prioritas yang sama dalam kehidupan berdua. Jika para pasangan membicarakan soal motivasi dan kebutuhannya, ia sering menemukan ternyata dirinya punya prioritas yang sama. Jika pasangan senang lembur di kantor, sementara Anda lebih senang berada lebih banyak di rumah, Anda berdua sadar ada yang harus diprioritaskan, yaitu anak-anak. Tentu saja, Anda berdua ingin melaukkan yang terbaik untuk anak-anak, kan?
Latihan praktis

Jika sasaran Anda dalam kehidupan tampak berbeda, jangan langsung menyerah. Duduk bersama dan katakan kepada pasangan, apa yang Anda berdua perlukan agar sama-sama puas. Mungkin saja sasaran Anda sebenarnya sama dengannya, hanya saja caranya berbeda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: